Daerah  

Jasa Raharja dan Stakeholder Susun Peta Jalan Keselamatan Transportasi di Makassar

Photo: PT Jasa Raharja bersama berbagai pemangku kepentingan transportasi menggelar forum kolaboratif untuk menyusun langkah strategis meningkatkan keselamatan lalu lintas di Sulawesi Selatan. (Doc.Ist)
banner 120x600

dutaswarasnews.com | Makassar – PT Jasa Raharja bersama berbagai pemangku kepentingan transportasi menggelar forum kolaboratif untuk menyusun langkah strategis meningkatkan keselamatan lalu lintas di Sulawesi Selatan.

Diskusi Keselamatan Transportasi yang mempertemukan unsur Penta Helix tersebut berlangsung di Kantor Wilayah Jasa Raharja Sulawesi Selatan, Makassar, Senin (13/4/2026).

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menegaskan bahwa permasalahan kecelakaan lalu lintas tidak dapat diselesaikan secara parsial.

Menurutnya, diperlukan sinergi berbagai pihak untuk membangun sistem keselamatan transportasi yang berbasis data dan kondisi lokal.

“Kami ingin mendorong perubahan pendekatan dari penanganan setelah kejadian menjadi upaya pencegahan yang sistematis,” katanya.

BACA JUGA:  Wawali Harris Bobihoe: Melek Politik Kunci Masa Depan Demokrasi Berkualitas

Dalam forum tersebut, sejumlah rekomendasi strategis disepakati, di antaranya penguatan edukasi keselamatan berkendara secara interaktif di titik rawan kecelakaan.

Selain itu, program E-PELANTAS juga akan diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Langkah lain yang diusulkan adalah integrasi sistem SIM-RS dengan platform JR Care untuk mempercepat penerbitan Guarantee Letter (GL) bagi korban kecelakaan lalu lintas.

Para peserta forum juga mendorong pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi komunitas pengemudi sebagai first responder dalam penanganan awal korban kecelakaan.

BACA JUGA:  Ketua dan Sekretaris LAKUMHAM DPC PKB Kota Bekasi Resmi Mundur

Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol. Pria Budi menegaskan bahwa penanganan cepat pada masa golden period sangat menentukan peluang keselamatan korban.

“Banyak korban meninggal bukan karena kecelakaan itu sendiri, tetapi karena keterlambatan penanganan awal,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi infrastruktur, Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan merencanakan pemeliharaan dan peningkatan jalan sepanjang 1.000 kilometer pada periode 2025–2027.

Dinas Perhubungan juga berkomitmen menambah koridor angkutan umum dari dua menjadi tiga koridor guna meningkatkan layanan transportasi yang lebih aman dan terintegrasi.

Jasa Raharja menilai forum kolaboratif ini menjadi langkah penting dalam menyusun peta jalan keselamatan transportasi yang komprehensif di Sulawesi Selatan.