Daerah  

Juleha Bekasi Tekankan Standar Halal dan Ketajaman Pisau Kurban

Photo: Menjelang Hari Raya Iduladha, pengurus Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Bekasi mengingatkan pentingnya penerapan standar syariat dalam proses penyembelihan hewan kurban. (Doc.Ist)
banner 120x600

dutaswaranews.com | Bekasi – Menjelang Hari Raya Iduladha, pengurus Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Bekasi mengingatkan pentingnya penerapan standar syariat dalam proses penyembelihan hewan kurban. Hal itu disampaikan dalam kegiatan pelatihan penyembelihan halal dan asah bilah yang digelar di Masjid Jami Zam Zam, Kebalen, Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/6/2024).

Dalam kegiatan tersebut, Juleha menekankan bahwa proses penyembelihan hewan kurban tidak hanya sebatas teknis pemotongan, tetapi juga harus memenuhi syariat Islam, standar keselamatan kerja, hingga aspek higiene dan sanitasi.

Pengurus Juleha Kabupaten Bekasi, Taufiq Rachman menjelaskan, terdapat empat rukun utama dalam penyembelihan hewan kurban, yakni proses penyembelihan, orang yang menyembelih, hewan yang disembelih, serta alat yang digunakan.

Menurutnya, seorang juru sembelih halal wajib beragama Islam, taat beribadah, serta memahami ilmu penyembelihan sesuai syariat.

“Orangnya (Juleha) juga harus muslim, taat beribadah, dan memahami ilmu dalam penyembelihan halal,” ujar Taufiq Rachman didampingi Indra Gunawan.

BACA JUGA:  Sinergi Strategis Polri dan Buruh: FSP LEM SPSI Jabar Apresiasi Giat Bakti Kesehatan di Bekas

Selain aspek syariat, Taufiq juga menyoroti pentingnya komunikasi dan keselamatan kerja saat proses penyembelihan berlangsung. Menurutnya, koordinasi yang baik antarpetugas akan membantu kelancaran pelaksanaan kurban sekaligus meminimalisasi risiko kecelakaan kerja.

Ia menegaskan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi hal wajib bagi para juru sembelih di lapangan. Perlengkapan tersebut meliputi sepatu bot berpelindung besi, sarung tangan baja, apron pelindung pakaian, hingga kacamata pelindung dari percikan darah.

“APD ini penting ketika bekerja di lapangan, terutama sepatu bot yang di bagian depannya ada pengaman besinya. Kemudian ada juga kaos tangan baja yang biasa dipakai di tangan kiri. Apron untuk melindungi pakaian dari pancaran darah. Bisa juga pakai kacamata untuk mencegah percikan,” terangnya.

Tak hanya itu, penerapan higiene dan sanitasi juga menjadi perhatian utama dalam proses penyembelihan kurban. Kebersihan diri, alat, serta lingkungan penyembelihan dinilai harus memenuhi standar agar kualitas daging tetap terjaga dan aman dikonsumsi masyarakat.

BACA JUGA:  Pemkot Bekasi Perkuat Kenyamanan Alun-Alun untuk Anak dan Keluarga

Sementara itu, materi pelatihan asah bilah dipandu langsung oleh Syahrulloh bersama Hendro. Dalam pemaparannya, Syahrulloh menekankan pentingnya keterampilan merawat dan menajamkan alat sembelih.

“Mengasah bilah bukan sekadar menajamkan besi, tapi juga mengasah keikhlasan kita dalam menjalankan tugas sebagai juru sembelih yang bertanggung jawab terhadap kehalalan daging yang dikonsumsi umat,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Baba Arul itu menyebut, pelatihan tersebut merupakan bagian dari persiapan Iduladha sekaligus upaya meningkatkan kualitas penyembelihan hewan kurban di tengah masyarakat.

Menurutnya, ketajaman pisau menjadi aspek krusial karena berkaitan langsung dengan tuntunan syariat Islam agar hewan kurban tidak mengalami penderitaan berlebihan saat disembelih.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari fiqih asah bilah, pengenalan jenis pisau dan teknik pengasahan, hingga praktik langsung bersama mentor berpengalaman dari Juleha Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA:  Polsek Bantar Gebang Berkomitmen Wujudkan Lingkungan Bersih dan Asri Melalui Gerakan Presisi

Peserta juga diperkenalkan dengan teknologi modern untuk menguji tingkat ketajaman pisau, seperti microscope automatic dan alat ukur ketajaman digital.

“Menentukan ketajaman pisau itu tidak bisa sembarangan, ada tekniknya, ada standarnya. Karena itu peserta tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik langsung dan dievaluasi hasilnya,” tandasnya.