Berita  

Bangun Kepercayaan Publik, PT Jasa Raharja Dorong Integrasi Etika, Risiko, dan Kepatuhan

Photo: Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan, (kiri)
banner 120x600

dutaswarasnews.com | YOGYAKARTA – Integrasi antara etika bisnis, manajemen risiko, dan kepatuhan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menjaga keberlanjutan perusahaan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan, saat memberikan kuliah tamu kepada mahasiswa MBA Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada pada Selasa (31/03/2026).

Dalam forum akademik bertajuk Business Ethics for Sustainability tersebut, Harwan menjelaskan bahwa etika bukan hanya sekadar aturan tertulis, melainkan harus menjadi kompas moral dalam setiap keputusan bisnis.

Ia menegaskan bahwa perusahaan yang mengelola dana publik memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan secara transparan dan akuntabel.

BACA JUGA:  Perayaan 12 Tahun Transera Waterpark Hadirkan Acara Spektakuler

“Etika dan kepatuhan yang dijalankan secara konsisten akan menciptakan fondasi kuat bagi keberlanjutan perusahaan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” kata Harwan.

Ia juga memaparkan bahwa Jasa Raharja telah menerapkan kerangka Governance, Risk, and Compliance (GRC) secara komprehensif, termasuk melalui kebijakan Code of Conduct, penguatan budaya integritas, serta komitmen zero tolerance terhadap fraud.

Untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, perusahaan turut mengembangkan sistem digital seperti ekosistem GRC dan JRCare yang mendukung transparansi serta percepatan pelayanan santunan kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Akselerasi Transformasi Digital dan Layanan Publik, Pemkot Bekasi Perkuat Kebijakan WFH serta Integrasi NIK Kesehatan

Sementara itu, Direktur MBA FEB UGM Amin Wibowo menyampaikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dalam memahami dinamika dunia bisnis.

Menurutnya, pengalaman praktis yang dibagikan oleh para profesional industri dapat memperkaya perspektif mahasiswa di luar teori yang dipelajari di ruang kelas.

Kuliah tamu yang dimoderatori dosen FEB UGM Wuri Handayani tersebut diikuti oleh 57 mahasiswa dan turut dihadiri Guru Besar FEB UGM Eko Suwardi.

Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa mengenai implementasi etika bisnis dan tata kelola perusahaan dalam menghadapi tantangan global.