Dutaswaranews.com Bogor – Pengelolaan sampah di Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mulai didorong lebih modern melalui pemanfaatan teknologi digital. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Borobudur memberikan pelatihan penggunaan Website Sistem Informasi Manajemen (SIM) Persampahan kepada pengurus KISUCI, Rabu (19/8/2026).
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program “Sinergi Regulasi Desa Berbasis Digital dalam Pemberdayaan Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah Organik KISUCI Menuju Desa Tangguh Iklim dan Mandiri Energi.”
Sebanyak 27 peserta mengikuti kegiatan berdasarkan daftar hadir. Mereka berasal dari pengurus KISUCI, Karang Taruna, warga Kampung Bahagia, serta unsur masyarakat lainnya.
Kegiatan juga dihadiri Wiji sebagai pendamping lingkungan hidup Kecamatan Babakan Madang dan Cecep S. selaku Ketua Kampung Ramah Lingkungan (KRL).
Program ini dilaksanakan Tim PKM Universitas Borobudur yang terdiri dari Dr. H. KMS Herman, S.H., M.H., M.Si. Ir. Essy Malays Sari Sakti, M.MSI. Dilla Hariyanti Tarigan, S.H., M.H. Endah Retno Asih, Hexa Christyan Putra dan Rayhan Dava Batubara.
Sementara itu, mitra kegiatan berasal dari KISUCI di bawah koordinasi Dr. Ir. H. Wahyu S. Prabowo, M.Hum.
Ketua Tim PKM Universitas Borobudur, Dr. H. KMS Herman, menjelaskan penggunaan SIM Persampahan diharapkan dapat membantu pengurus KISUCI menata berbagai aktivitas pengelolaan sampah secara lebih efektif dan transparan.
Menurut dia, digitalisasi memungkinkan pencatatan data, pengelolaan informasi, pemantauan kegiatan, hingga penyajian data persampahan dilakukan secara lebih terstruktur.
“Data yang tercatat dan tersusun dengan baik dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, penyusunan program, evaluasi kegiatan, dan pengembangan kerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Herman.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan fungsi website, cara mengakses sistem, memasukkan data, memperbarui informasi, serta memanfaatkan data untuk menunjang kegiatan operasional.
Peserta kemudian mengikuti praktik penggunaan website secara langsung. Antusiasme terlihat dalam sesi diskusi yang membahas berbagai kebutuhan pengelolaan sampah di lapangan.
Herman menegaskan, transformasi digital dalam pengelolaan persampahan tidak berhenti pada persoalan administrasi. Sistem tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kelembagaan KISUCI agar mampu mengelola data sebagai bagian dari perencanaan dan evaluasi program.
Di sisi lain, program tersebut memiliki kaitan erat dengan pengembangan ekonomi sirkular di tingkat desa. Sampah organik yang selama ini dipandang sebagai limbah diarahkan agar dapat diolah menjadi sumber daya yang memiliki nilai manfaat.
“Sampah organik tidak lagi dipandang semata-mata sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diolah sehingga memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat,” kata Herman.
Kolaborasi antara Universitas Borobudur, KISUCI, pemerintah setempat, kelompok masyarakat, dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program tersebut.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Desa Cipambuan sebagai desa tangguh iklim dan mandiri energi,” pungkasnya.
Tim PKM Universitas Borobudur memastikan pendampingan dan evaluasi akan terus dilakukan agar penerapan SIM Persampahan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi KISUCI serta masyarakat Desa Cipambuan.














