Transformasi Mizuda Jadi Inspirasi Pemkot Bekasi Bangun Bantargebang sebagai Kawasan Ekonomi Sirkular

Zamroni
banner 120x600

Dutaswaranews.com,Huzhou, Zhejiang – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama jajaran DPRD Kota Bekasi melanjutkan kunjungan kerja di Provinsi Zhejiang, China, dengan mengunjungi Mizuda Group, perusahaan tekstil yang sukses bertransformasi menjadi pelaku industri berbasis inovasi dan ekonomi sirkular.

Dari transformasi tersebut lahir Wangneng Environment, perusahaan pengolah sampah menjadi energi (waste to energy) terbesar di Tiongkok yang akan membangun Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang, Kota Bekasi.

Tri Adhianto mengatakan, keberhasilan Mizuda menjadi contoh bagaimana inovasi mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menjawab persoalan lingkungan.

BACA JUGA:  Jasa Raharja Perkuat Tata Kelola Perusahaan Lewat Pembinaan dan Site Visit Assessment 

“Yang kami pelajari bukan hanya proses produksinya, tetapi bagaimana inovasi mampu melahirkan sektor usaha baru yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Tri, pengalaman tersebut menjadi referensi penting dalam mewujudkan transformasi Bantargebang menjadi kawasan ekonomi sirkular. Kehadiran PSEL diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya industri turunan yang saling terintegrasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain mempelajari transformasi industri, Pemkot Bekasi juga menjajaki kerja sama antara Mizuda Group dan Dekranasda Kota Bekasi untuk mengembangkan industri fesyen. Kerja sama itu meliputi peningkatan kapasitas desainer muda, pengembangan produk UMKM, pertukaran pengetahuan, hingga perluasan akses pasar internasional.

BACA JUGA:  Polsek Bantargebang Gelar Diskusi Kamtibmas Lewat Program "Jakarta On The Spot" di Padurenan

Tri turut mengundang Mizuda Group untuk berinvestasi di Kota Bekasi, termasuk mengembangkan kawasan Bantargebang sebagai pusat inovasi lingkungan dan ekonomi hijau.

“Harapan kami, lima hingga sepuluh tahun ke depan Bantargebang tidak lagi dikenal sebagai kawasan pembuangan sampah, tetapi menjadi pusat inovasi lingkungan, ekonomi hijau, dan kawasan yang menciptakan peluang usaha serta lapangan kerja bagi masyarakat,” tutupnya.

Naskah ini lebih ringkas, rapi, dan mengikuti gaya penulisan media online dengan fokus pada informasi utama tanpa mengurangi substansi berita.

BACA JUGA:  Jasa Raharja Dorong Penguatan Regulasi dan Kepatuhan luran Wajib untuk Mewujudkan Transportasi Darat yang Berkselamatan

(Prab/Deni).