Daerah  

Komisi III DPRD Kota Bekasi Soroti Permasalahan PDAM dan Dorong Penambahan Penyertaan Modal

Redaksi
banner 120x600

dutaswaranews.com – Kota Bekasi || Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim (ARH), menyoroti persoalan yang tengah dihadapi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bekasi, khususnya terkait infrastruktur di wilayah Bhagasasi dan kebutuhan pendanaan pasca proses akuisisi yang akan dilakukan ke PDAM Patriot.

Menurut ARH, hingga saat ini masih banyak keluhan dari masyarakat mengenai kualitas air yang keruh dan kotor, terutama di wilayah Bhagasasi yang belum sepenuhnya diserahkan pengelolaannya kepada PDAM Patriot. Infrastruktur yang belum memadai menjadi salah satu penyebab utama buruknya kualitas layanan air.

“Kita melihat masyarakat selalu komplain dengan air yang keruh, yang kotor di Bhagasasi,” ungkap Arif saat selepas rapat dengar pendapat, kamis (7/8/2025).

BACA JUGA:  Sinergi Pusat-Daerah, Sekda Kota Bekasi Bahas Strategi Pengendalian Polusi Udara

Permasalahan ini melibatkan PDAM Patriot, sebagai BUMD pengelola air, dan Pemerintah Kota Bekasi yang saat ini sudah memberikan penyertaan modal sebesar Rp10 miliar. Namun, ARH menyebut angka tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasca akuisisi.

Komisi III DPRD Kota Bekasi berencana menaikkan penyertaan modal untuk PDAM agar mampu merapikan dan membenahi infrastruktur air, terutama di wilayah Bhagasasi yang akan segera dialihkan ke PDAM Patriot.

“Kalau mereka (PDAM) mengajukan di angka Rp90 miliar, mungkin kita bisa ambil di tengah-tengahnya. Supaya di 2026 ini bisa maksimal PAD yang mereka targetkan,” kata ARH.

ARH menargetkan bahwa tahun 2026 PDAM Patriot sudah bisa memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi, seiring tuntasnya proses akuisisi dan perbaikan infrastruktur.

BACA JUGA:  Dekranasda Kota Bekasi Terima Kunjungan DPRD Provinsi Banten

“Kita berharap jangan sampai persoalan PDAM ini berhenti di tengah jalan. Evaluasi harus berjalan, dan dua wilayah lagi yang belum diserahkan Bhagasasi, tahun ini harus selesai,” tegasnya.

ARH menilai keberhasilan PDAM dalam memberikan pelayanan air bersih akan berdampak besar terhadap kepuasan masyarakat** dan peningkatan PAD Kota Bekasi. Penyertaan modal yang cukup menjadi kunci keberhasilan tersebut.

“Kita ingin ketika nanti dipegang PDAM Patriot, semua infrastrukturnya sudah siap agar masyarakat bisa menikmati air bersih yang jernih,” ucapnya.

DPRD akan mendorong agar penyertaan modal ditingkatkan, dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan urgensi perbaikan layanan air. Evaluasi terhadap proses penyerahan wilayah Bhagasasi juga akan terus dipantau agar target 2026 bisa tercapai.