Jalan Rusak dan Tangga Sekolah Retak, Warga Aren Jaya Titip Aspirasi ke Dariyanto

Redaksi
Photo: Dariyanto, S.Kom, Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Golkar saat giat reses III tahun anggaran 2026 di aren Jaya. (Doc.cam)
banner 120x600

Dutaswaranews.com | Kota Bekasi – Kerusakan jalan lingkungan dan kondisi fasilitas sekolah menjadi sorotan dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Partai Golkar, Dariyanto, S.Kom., di RT 002/RW 012, Kelurahan Aren Jaya.

Dalam pertemuan tersebut, warga dari RT 001 hingga RT 007 di RW 012, serta perwakilan RW 022, menyampaikan sejumlah kebutuhan yang diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah daerah.

Salah satu aspirasi yang mengemuka berasal dari warga RT 007/RW 012. Mereka meminta perbaikan jalan lingkungan yang hingga kini masih mengalami kerusakan cukup parah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena warga mengharapkan akses jalan di lingkungan mereka dapat diperbaiki sehingga lebih layak digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Tak hanya persoalan jalan, kebutuhan pembenahan sarana pendidikan juga disampaikan Kepala SDN Aren Jaya 15. Pihak sekolah menitipkan aspirasi mengenai lapangan sekolah dan sejumlah fasilitas yang memerlukan perbaikan.

Salah satu kondisi yang dikhawatirkan adalah tangga sekolah yang mulai retak. Kerusakan itu dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan risiko keselamatan bagi siswa maupun warga sekolah lainnya.

BACA JUGA:  Kapolres Bekasi Kota Jenguk Ketua Ojol Sabuk Kamtibmas yang Dirawat di RSUD

Dariyanto Minta Usulan Dilengkapi Dokumen

Menanggapi aspirasi tersebut, Dariyanto meminta agar pihak yang menyampaikan kebutuhan melengkapi proposal atau dokumen pendukung. Berkas itu nantinya akan diteruskan kepada dinas terkait untuk dipelajari dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Untuk perbaikan jalan, ia menyatakan akan berkoordinasi dengan dinas yang menangani bidang bina marga dan sumber daya air (BMSDA), termasuk terkait kemungkinan penggunaan anggaran perbaikan maupun pemeliharaan jalan.

“Kami akan mendorong kepada dinas terkait agar usulan ini bisa direalisasikan pada tahun depan ataupun tahun mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, persoalan fasilitas SDN Aren Jaya 15 akan diteruskan kepada dinas pendidikan agar kebutuhan sekolah dapat menjadi bahan perhatian dalam perencanaan program.

Dariyanto menekankan pentingnya penanganan fasilitas yang rusak, terutama yang berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar atau membahayakan keselamatan.

Perubahan Pokir Jadi Tantangan

Dariyanto mengakui, upaya memperjuangkan aspirasi warga menghadapi tantangan seiring perubahan kebijakan penganggaran pemerintah daerah.

BACA JUGA:  Bursa BPD Tanjung Baru Menghangat, Putra Adi Sanjaya Siap Wakili Dusun 2

Ia menjelaskan bahwa pada perencanaan 2027, mekanisme pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang selama ini menjadi salah satu jalur pengusulan aspirasi masyarakat berpotensi tidak tersedia seperti sebelumnya.

Dalam situasi tersebut, anggota dewan perlu lebih aktif menjalin komunikasi dengan organisasi perangkat daerah dan pemerintah kota agar persoalan masyarakat tetap masuk dalam pembahasan perencanaan.

Dariyanto juga berencana mengomunikasikan kebutuhan warga kepada Wali Kota Bekasi. Ia berharap persoalan seperti jalan rusak di RT 007/RW 012 tidak dikesampingkan meskipun pemerintah daerah memiliki skala prioritas pembangunan.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat tetap perlu diperhatikan melalui proses perencanaan yang sesuai ketentuan.

Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Jadi Perhatian

Selain infrastruktur dan pendidikan, dalam reses tersebut turut disampaikan aspirasi dari kalangan ibu-ibu terkait kebutuhan kegiatan masyarakat. Dariyanto menyebut persoalan itu perlu dikomunikasikan lebih lanjut, termasuk melihat kemungkinan dukungan yang dapat diberikan sesuai ketentuan.

Ia menegaskan bahwa usulan program harus dimasukkan ke dalam sistem informasi perencanaan daerah agar prosesnya dapat ditelusuri sejak tahap awal.

BACA JUGA:  H. Dulloh Syape'i Unggul Telak di Pilkades Sumber Jaya

Untuk perubahan anggaran 2027 maupun kemungkinan kebijakan pada 2028, ia menyatakan belum dapat memastikan bentuk realisasinya. Adapun prioritas pemerintah kota dalam perubahan anggaran 2026 dan perencanaan 2027 akan menjadi bagian dari pembahasan bersama DPRD.

Dariyanto berharap koordinasi dengan dinas terkait dapat membuka jalan bagi penanganan berbagai persoalan warga Aren Jaya, terutama kerusakan infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang membutuhkan perhatian.