Dutaswaranews.com,JAKARTA – Komitmen perlindungan anak bukan sekadar narasi bagi Polres Metro Jakarta Timur.Menanggapi video viral seorang balita yang memulung di kawasan industri Pulogadung, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol. Alfian Nurrizal, bergerak cepat melakukan penjemputan dan mediasi yang berujung haru.
Fikri, bocah berusia empat tahun, sebelumnya tertangkap kamera sedang memungut botol bekas di sepanjang Jalan Rawa Sumur, Cakung. Ia menjalani hari-harinya membantu sang nenek, Tursini, di sebuah lapak pemulung sementara ayahnya tengah menjalani proses hukum dan ibunya, Sri Sulistiyowati, telah bermukim di Sumedang, Jawa Barat.
Didampingi Wakapolres AKBP Achmad Akbar, Kombes Alfian mengunjungi langsung kediaman Fikri untuk memastikan kondisi kesehatan dan psikologis sang bocah serta adiknya, Noval (3).
Dalam suasana penuh kehangatan, Kapolres tampak bercengkerama dan membagikan bingkisan kepada kedua balita tersebut.
“Kami hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi sebagai representasi negara yang wajib memastikan setiap anak memiliki masa depan yang layak,” ujar Kombes Alfian di lokasi, Kamis (12/3).
Langkah solutif diambil melalui komunikasi video call langsung dengan Sri Sulistiyowati. Sang ibu menyatakan kesediaannya untuk kembali mengasuh kedua buah hatinya. Melalui koordinasi erat bersama Dinas Sosial, proses serah terima anak dilakukan secara resmi dan prosedural.
Tak sekadar memberikan bantuan santunan, Polres Metro Jakarta Timur memberikan pengawalan penuh. Sore itu juga, Fikri dan Noval diantar langsung menggunakan kendaraan dinas kepolisian menuju pelukan ibundanya di Kabupaten Sumedang.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Sumedang dan dinas setempat untuk memantau tumbuh kembang mereka di sana. Perjalanan Fikri dan Noval tidak boleh berhenti di jalanan,” tegas Alfian.
Sinergi antara Polri dan Dinas Sosial ini menjadi bukti bahwa laporan masyarakat, termasuk yang beredar di media sosial, direspons dengan tindakan nyata yang humanis. Kini, Fikri tak lagi perlu memungut botol di kerasnya aspal Jakarta; ia pulang untuk menjemput masa kecilnya yang sempat hilang.
(Anisah).














