Banjir Bekasi, BAZNAS Prioritaskan Kampung Lebak sebagai Titik Terparah

Photo: Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi, Samsul Badri Islamy saat dilokasi bencana Teluk Pucung (Doc.cam)
banner 120x600

dutaswaranews.com, Kota Bekasi – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi langsung mengambil langkah tanggap darurat menyusul banjir yang merendam sejumlah kawasan di wilayah Kota Bekasi. Kampung Lebak, RT 07 RW 02, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, menjadi salah satu titik utama penyaluran bantuan karena dampak banjir yang tergolong signifikan.

Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi, Samsul Badri Islamy, menegaskan bahwa respons cepat dilakukan sejak hari pertama kejadian. Tim BAZNAS segera diterjunkan guna memastikan kebutuhan pokok warga terdampak dapat terpenuhi.

“Sejak hari pertama banjir, kami langsung bergerak ke sejumlah lokasi terdampak dengan menyalurkan bantuan makanan siap konsumsi, nasi bungkus, serta membuka layanan dapur air untuk para pengungsi,” kata Samsul saat ditemui di lokasi, Jumat (30/1/2026).

BACA JUGA:  Refleksi Idul Fitri 1447 H, Wahyu Hidayat Tegaskan Komitmen Habeas Corpus Law Firm Tegakkan Keadilan

Ia menyampaikan, penyaluran bantuan tidak hanya terfokus di titik-titik umum, tetapi juga menjangkau wilayah yang relatif sulit diakses. Relawan BAZNAS dikerahkan untuk memastikan distribusi berjalan merata dan tepat sasaran.

“Kami menjangkau lokasi-lokasi yang belum sepenuhnya tersentuh bantuan. Tim turun langsung agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Di wilayah Kampung Lebak dan Perjuangan, BAZNAS Kota Bekasi telah menyalurkan sekitar 150 paket nasi bungkus. Selain itu, sejak Rabu (28/1), dapur air telah dioperasikan untuk menyediakan minuman hangat, minuman dingin, serta kebutuhan cairan lainnya bagi warga yang mengungsi.

“Dapur air kami pusatkan di Musala Jamiatul Khair yang saat ini menampung sekitar 80 pengungsi,” jelas Samsul.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa keterbatasan jumlah personel relawan membuat BAZNAS Kota Bekasi memprioritaskan penanganan di wilayah dengan tingkat kerusakan paling berat. Berdasarkan data dari BPBD Kota Bekasi, Kampung Lebak tercatat sebagai salah satu lokasi terdampak terparah.

BACA JUGA:  Kadinsos Bekasi Buka Suara: Ini Fakta di Balik Kasus Janda Lansia 81 Tahun yang Viral

“Dengan sumber daya yang ada, kami memfokuskan bantuan di titik-titik prioritas. Data BPBD menunjukkan Kampung Lebak termasuk wilayah dengan dampak banjir paling serius,” katanya.

Dalam penanganan banjir tersebut, lebih dari lima dapur umum tercatat beroperasi di berbagai lokasi. Namun, BAZNAS Kota Bekasi memilih untuk tidak membuka dapur umum secara mandiri, melainkan memperkuat sinergi lintas instansi.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD. Pengelolaan dapur umum berada di bawah Dinsos, sementara BAZNAS berperan dalam pemenuhan kebutuhan logistik,” ujar Samsul.

Ia menambahkan, hingga saat ini BAZNAS Kota Bekasi telah menyalurkan sekitar 600 bungkus mi instan serta 600 karung beras untuk mendukung operasional dapur umum. Adapun pendistribusian makanan siap saji kepada para pengungsi dilakukan langsung oleh Dinas Sosial.

BACA JUGA:  Hadapi Lonjakan Mobilitas Nataru, Jasa Raharja Siagakan Ribuan Personel dan Sistem Digital Terintegrasi

“BAZNAS fokus pada penyediaan logistik, sedangkan penyaluran makanan kepada warga terdampak dilaksanakan oleh Dinsos,” tutupnya.