Meski spanduk imbauan telah dipasang, kesadaran masyarakat masih diperlukan untuk mencegah pembuangan sampah liar.
Dutaswaranews.com | Kota Bekasi – Persoalan pembuangan sampah sembarangan masih menjadi tantangan dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Bekasi Utara. Tumpukan sampah liar yang ditemukan di bahu Jalan Senopati, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, menjadi salah satu gambaran masih perlunya peningkatan kesadaran masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, petugas UPTD Kebersihan Bekasi Utara melakukan pembersihan sampah melalui kegiatan piket Minggu, (1/11/2026).
Keberadaan sampah di pinggir jalan tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga memperlihatkan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas dan lingkungan publik.
Kepala UPTD Kebersihan Bekasi Utara, Dedin Supriadi, menegaskan bahwa persoalan sampah liar harus ditangani melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menilai, upaya petugas membersihkan sampah tidak akan memberikan hasil maksimal apabila masih ada oknum yang menjadikan sejumlah titik sebagai tempat pembuangan sampah sembarangan.
“Masih terdapat beberapa wilayah menyangkut sampah liar, yang harus kita bersih bersama, terutama kerja sama dengan masyarakat sekitar, bagaimana di lingkungan dapat bersih,” ujar Dedin, Minggu (1/11/2026).
Sebagai langkah pencegahan, pihak UPTD Kebersihan Bekasi Utara telah memasang sejumlah spanduk imbauan dan peringatan di wilayah yang selama ini kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar.
Pemasangan spanduk tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya agar tidak membuang maupun membakar sampah di sembarang tempat.
“Sesuai intruksi pimpinan, kami telah melakukan pemasangan sebuah spanduk himbauan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, agar tidak membuang sampah atau membakar sampah sembarang tempat,” tegasnya.
Dedin berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan dalam menangani persoalan sampah. Menurutnya, menjaga lingkungan harus menjadi kebiasaan yang dimulai dari masing-masing rumah tangga.
Selain tidak membuang sampah sembarangan, masyarakat juga diharapkan mampu memilah sampah sejak dari dapur. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat memberikan manfaat lebih karena sampah tertentu masih memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Ia menegaskan pentingnya membangun kepedulian bersama agar lingkungan tetap terjaga keindahan dan kebersihannya.
Persoalan sampah liar pada akhirnya bukan sekadar pekerjaan pengangkutan dan pembersihan, melainkan juga menyangkut perilaku serta tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya.














