Jasa Raharja Siapkan Ekspansi Literasi Keuangan ke Enam Wilayah

Photo: PT Jasa Raharja bekali sejumlah ahli waris Integrasikan Perlindungan dan Edukasi Ekonomi
banner 120x600

Dutaswaranews.com | Jakarta – PT Jasa Raharja (Persero) berencana memperluas program literasi keuangan bagi ahli waris korban kecelakaan lalu lintas pada Semester II 2026, setelah menjangkau 179 peserta di Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jawa Tengah pada paruh pertama tahun ini.

Program berikutnya direncanakan menyasar Sulawesi Selatan, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Perluasan tersebut akan disertai penguatan kolaborasi dengan Permodalan Nasional Madani (PNM), dinas terkait, serta mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Jasa Raharja memperkuat pemberdayaan ekonomi penerima manfaat, terutama ahli waris perempuan yang kehilangan pasangan akibat kecelakaan lalu lintas.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa perlindungan terhadap korban kecelakaan dan keluarga perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain memberikan santunan sesuai ketentuan, perusahaan berupaya meningkatkan kapasitas penerima manfaat melalui edukasi pengelolaan keuangan.

“Literasi keuangan menjadi salah satu bekal penting agar mereka dapat merencanakan kebutuhan keluarga, menjaga stabilitas ekonomi, dan melihat peluang untuk mengembangkan usaha,” ujar Awaluddin, Kamis (15/10/2026).

BACA JUGA:  Jasa Raharja Pastikan Terjamin Korban Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur

Program Menjangkau 179 Peserta

Selama Semester I 2026, program literasi keuangan diselenggarakan di tiga wilayah. Kegiatan pertama berlangsung di Medan, Sumatera Utara, pada 15 April 2026 dengan jumlah 50 peserta.

Kegiatan tersebut menghadirkan materi perencanaan keuangan, pengelolaan keuangan masa depan, pemahaman UMKM, serta peran pajak kendaraan bermotor dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Pelaksanaannya turut melibatkan Dinas Koperasi UKM Kota Medan dan pelaku UMKM.

Program selanjutnya berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, pada 22 Mei 2026 dan diikuti 55 peserta. Dalam kegiatan ini, Jasa Raharja berkolaborasi dengan PNM dan lembaga pelatihan terkait.

Sementara itu, pelaksanaan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada 18 Juni 2026 melibatkan 74 peserta. Secara keseluruhan, ketiga kegiatan tersebut menjangkau 179 orang.

Ontegrasikan Perlindungan dan Edukasi Ekonomi

Materi literasi keuangan disusun dengan menggabungkan pengenalan peran dan fungsi Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan dengan pengetahuan pengelolaan keuangan rumah tangga.

BACA JUGA:  Bekasi Timur Perkuat Sinergi Lewat Apel Gabungan dan Aksi K3

Peserta juga memperoleh edukasi mengenai kewajiban terkait kendaraan bermotor, SWDKLLJ, dan penggunaan layanan pembayaran digital. Pengetahuan tersebut dilengkapi dengan pengenalan akses pembiayaan dan peluang pengembangan UMKM.

Menurut Awaluddin, pendekatan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari diperlukan agar peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengambilan keputusan keuangan.

“Setiap keluarga memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, edukasi yang kami berikan perlu dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran rumah tangga hingga mengenali peluang usaha yang dapat dikembangkan. Kami berharap pengetahuan ini dapat menjadi modal bagi para peserta untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga secara bertahap,” ujarnya.

Evaluasi Jadi Dasar Pengembangan

Untuk menilai efektivitas program, Jasa Raharja mengukur pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan.

Berdasarkan laporan pelaksanaan, terdapat peningkatan pemahaman peserta di ketiga wilayah, meskipun besaran peningkatannya berbeda pada setiap kegiatan. Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu dasar untuk memperbaiki materi dan pelaksanaan program berikutnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Bekasi Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan Saat Gangguan Listrik

Pada Semester II 2026, perluasan ke Sulawesi Selatan, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi para ahli waris.

“Jasa Raharja akan terus mengembangkan program yang tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri. Kami berharap literasi keuangan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi para penerima perlindungan,” tutup Awaluddin.