Dutaswaranews.com||KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus melakukan penataan ruang kota melalui penertiban jaringan kabel udara fiber optik yang semrawut di berbagai ruas jalan. Melalui BUMD PT Mitra Patriot, Pemkot Bekasi menargetkan seluruh jalan arteri utama bebas kabel udara dan beralih ke sistem saluran bawah tanah atau ducting dalam tiga tahun.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto secara langsung memotong kabel udara di kawasan RS Bella hingga Pasar Baru Bekasi. Ia menilai keberadaan belasan hingga puluhan kabel optik di satu ruas jalan tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Satu ruas jalan itu ada yang hampir 17 bahkan sampai 40 kabel. Situasi ini membuat kota kurang nyaman dan berpotensi memicu kecelakaan. Beberapa kasus sudah ada yang terjerat, baik pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki, sehingga mengganggu mobilitas warga,” ujar Tri Adhianto.
Penataan ducting dilakukan bertahap, dimulai dari jaringan jalan arteri utama sebelum masuk ke jalan kolektor dan jalan lokal. Pembangunan pipa ducting dirancang mampu menampung hingga 40 saluran kabel optik untuk memastikan layanan internet berkecepatan tinggi tetap terjaga tanpa mengganggu ketertiban umum.
Saat ini pengerjaan tengah berlangsung di Jalan Ir. H. Juanda dan dilanjutkan ke Jalan Ratna dengan target tahap pertama sepanjang 3,5 kilometer, setelah sebelumnya diawali di kawasan Bekasi Timur. Selanjutnya penataan akan digeser ke kawasan Perumnas 3 hingga Bulak Kapal.
Tri Adhianto mengimbau warga turut mengawasi proses penggalian kabel di wilayah masing-masing. Ia menegaskan seluruh pengerjaan resmi yang mengantongi izin Pemkot Bekasi dilengkapi identitas dan label BUMD PT Mitra Patriot.
“Jika ada penggalian kabel di luar PTMP, berarti itu tidak resmi dan tidak ada izinnya. Masyarakat berhak menegur secara santun atau melaporkannya ke jajaran Pemkot Bekasi, baik melalui kelurahan maupun kecamatan,” pungkasnya.
(An/Ndoet/Int.Kas)














