Daerah  

*RW 14 Pekayon Jaya Ditarget Jadi Kampung Pasundan, Wali Kota Apresiasi Gotong Royong Warga*

Zamroni
Fhoto:RW 14 Pekayon Jaya Ditarget Jadi Kampung Pasundan(Doc.Ist).
banner 120x600

Dutaswaranews.com||KOTA BEKASI – RW 14 Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, ditargetkan menjadi kampung tematik bernuansa Pasundan di Kota Bekasi. Hal itu disampaikan Wali Kota Bekasi saat meninjau potensi lingkungan dan kreativitas warga dalam membangun kawasan berciri khas budaya Sunda.

Wali Kota menilai konsep Kampung Pasundan di RW 14 memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena suasana lingkungan dan bangunan yang ada telah mencerminkan nuansa kesundaan.

“RW 14 yang ada di Pekayon Jaya ini kita coba jadikan sebuah kampung tematik. Sebetulnya tinggal di-upgrade lagi karena bangunannya sudah mencirikan suasana kesundaan atau Pasundan. Nanti kita tambahkan beberapa fasilitas pendukung,” ujar Wali Kota Bekasi.

Ia berkomitmen melakukan penataan akses menuju kawasan agar lebih nyaman bagi pengunjung, salah satunya dengan perbaikan jalan masuk.

“Saya sudah janji, dari depan nanti kita coba aspal, sehingga warga masyarakat yang hadir bisa melihat dan merasakan suasana Kampung Pasundan ini,” katanya.

BACA JUGA:  Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Sosialisasikan Perda Penanggulangan Penyakit Menular.

Selain mengusung konsep budaya, RW 14 juga dinilai unggul dalam penerapan lingkungan sehat. Wali Kota mengapresiasi kebijakan warga yang mewajibkan setiap rumah tangga menanam minimal lima tanaman obat keluarga.

“Di sini juga sudah diwajibkan satu rumah tangga harus menanam lima tanaman TOGA. Saya kira ini sesuatu yang menarik dan menjadi contoh,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota juga melihat langsung kreativitas warga dalam mengembangkan rumah sehat berbasis penghijauan, termasuk pemanfaatan area rooftop untuk berkebun.

Menurutnya, nilai lebih RW 14 terletak pada semangat berbagi antarwarga. Setiap rumah memiliki tanaman berbeda sehingga hasil panen dapat saling ditukarkan.

“Ada yang menanam terong, ada yang menanam cabai. Ketika cabainya berbuah dibagikan kepada yang menanam terong, begitu juga terong yang berbuah dibagikan kepada yang menanam cabai. Ini menunjukkan kehidupan gotong royong, saling peduli, dan saling empati,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pantau WFH dan Efisiensi Energi, Wali Kota Bekasi Ngantor Bersepeda

Semangat tersebut, kata dia, mencerminkan karakter Kota Bekasi sebagai kota yang harmonis di tengah keberagaman.

“Ini mudah-mudahan bisa mencirikan khas Kota Bekasi, kota yang harmoni di antara seluruh agama, suku, dan bangsa. Walaupun masyarakatnya beragam, semangat kebersamaan tetap terjaga,” tuturnya.

Untuk pengembangan kampung tematik tersebut, Wali Kota mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat. Melalui video singkat saat peninjauan lapangan, ia menyampaikan rencana pembangunan Kampung Pasundan dan meminta dukungan penguatan unsur budaya Sunda.

Permintaan tersebut direspons Gubernur Jawa Barat yang menyatakan dukungan dengan mengirimkan material bambu untuk mendukung konsep Kampung Pasundan di RW 14 Pekayon Jaya.

Wali Kota menegaskan keberhasilan kampung tematik tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat.

BACA JUGA:  Gandhi S Rilis “Ketuk Pintu”, Dangdut Ceria dengan Sentuhan Suling Khas Indonesia

“Yang paling penting adalah kerja sama masyarakat. Karena Kota Bekasi merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat, sehingga semangat Pasundan juga menjadi bagian dari identitas kita. Dengan kolaborasi bersama, kita bisa menciptakan lingkungan yang memiliki karakter, nyaman, dan membanggakan,” pungkasnya.

(An/Ndoet)