Agama  

Haflah Akhirussanah Pesantren Yatim Dhuafa Ayyam Wahdi: Menampilkan Seni Santri dan Mendorong Kemandirian Ekonomi

Zamroni
banner 120x600

Dutaswaranews.com,KOTA BEKASI — Suasana penuh khidmat dan kehangatan mewarnai perayaan akhir tahun ajaran (Haflah Akhirussanah) di Pesantren Yatim & Dhuafa Ayyam Wahdi (PADI). Agenda tahunan yang menjadi ajang apresiasi sekaligus kelulusan bagi para santri ini diselenggarakan di kompleks pesantren, Jalan KH. Abdul Madjid, RT 002/RW 11, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Acara ini tidak hanya menjadi panggung pementasan bakat bagi para santri yatim dan dhuafa, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali visi besar lembaga dalam membangun generasi yang berakhlak, berilmu, bermanfaat serta berdikari secara ekonomi.

Mengusung misi “mendidik dengan hati, membina generasi Qur’ani”, PADI menekankan pentingnya pembentukan karakter berbasis akhlakul karimah. Pembiasaan adab—seperti budaya bersalaman, menghormati guru, dan santun kepada yang lebih tua—terlihat jelas dari sikap para santri sepanjang rangkaian acara.

BACA JUGA:  Halal Bihalal di Wahdi Center, Tiga Pilar Pondok Gede Pastikan Acara Kondusif

Kemeriahan Haflah Akhirussanah diisi dengan berbagai penampilan seni islami, sastra, hingga pembacaan literatur klasik yang dibawakan secara apik oleh para santri putra dan putri, di antaranya:

• Seni & Musik: Paduan Suara Santri PADI, Nasyid Putri, serta lantunan lagu A Million Dreams

• Sastra & Drama: Pembacaan Puisi Berantai, Puisi Kolosal, Drama Santri Putra & Putri, serta penampilan Story Telling

• Keilmuan Islam: Hafalan Nadzom Kitab Hidayatussibyan dan Pembacaan Kitab Turats.

• Tarian Tradisional Islami: Tarian Zapin, Tari Saman, serta Tarian Santri Putra.

Puncak acara seni diakhiri dengan pengumuman juara dan penghargaan bagi santri berprestasi selama tahun ajaran berlangsung.

BACA JUGA:  Jaga Jakarta On The Spot Kapolsek Bekasi Selatan, Bekasi Barat, dan Medan Satria Perkuat Sinergitas TNI–Polri Melalui Kunjungan ke Koramil 01 Kranji

Dalam tausiyah dan sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Yatim & Dhuafa Ayyam Wahdi sekaligus Ketua Umum Wahdi Center, KH. Wahyudi Abdul Madjid, HB., S.Ag., menyampaikan pesan strategis terkait pentingnya pendidikan berlanjut dan kemandirian ekonomi bagi lembaga pesantren.

Beliau menekankan bahwa pesantren tidak boleh hanya bergantung pada bantuan, melainkan harus mampu membangun unit usaha mandiri—salah satunya melalui program ekonomi produktif seperti maklon air minum.

”Sektor ekonomi kita gerak, dan kita buktikan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Kita mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain, semakin kokoh di antara pondok pesantren, dan semakin kuat di antara umat Islam, khususnya di Kota Bekasi,” ujar KH. Wahyudi Abdul Madjid dalam pengarahannya.

Melalui integrasi antara pendidikan adab, penguatan ilmu agama, dan pemberdayaan ekonomi usaha, Pesantren Yatim Dhuafa Ayyam Wahdi optimistis dapat mencetak lulusan santri yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga mandiri dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas khusunya kota bekasi.

BACA JUGA:  Samsat Kabupaten Bekasi Berikan Solusi Bagi Wajib Pajak Yang Terkendala Ekonomi 

(Deni)