Dutaswaranews.com,JAKARTA – Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, menghadiri Forum Diskusi Aktual (FDA) yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri di Jakarta. Jumat/1303/2026.
Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan koordinasi lintas wilayah dalam menangani krisis pencemaran udara, khususnya di kawasan Jabodetabek.
Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menekankan bahwa pengendalian polusi udara memerlukan kebijakan terpadu karena sifat emisi yang lintas batas wilayah. Forum ini bertujuan merumuskan rekomendasi konkret melalui pemetaan sumber emisi dan evaluasi kebijakan yang telah berjalan di tingkat pusat maupun daerah.
Dalam paparannya, Sekda Kota Bekasi Junaedi mengungkapkan bahwa sumber polusi utama di Kota Bekasi berasal dari emisi kendaraan bermotor yang mencapai 1,5 juta unit, aktivitas industri, hingga praktik pembakaran sampah terbuka.
“Pengendalian kualitas udara tidak bisa dilakukan secara parsial. Hal ini berkaitan erat dengan pengelolaan sampah sistematis dan pengawasan ketat terhadap emisi industri serta kendaraan,” ujar Junaedi.
Saat ini, Pemerintah Kota Bekasi telah mengoperasikan tiga stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) di titik strategis untuk memantau kualitas udara secara real-time. Langkah mitigasi lainnya mencakup uji emisi rutin, rekayasa lalu lintas angkutan barang, hingga gerakan penanaman pohon di area industri dan sekolah.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap tercipta sinkronisasi kebijakan yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah demi mewujudkan kualitas lingkungan perkotaan yang lebih sehat.
(Anisa/Bon/Dokpim).














