Enam Tahun Berdiri, RSUD Pondok Gede Mantapkan Layanan TBC dan HIV

banner 120x600

dutaswaranews.com, Kota Bekasi || Genap enam tahun melayani masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D Pondok Gede kini menegaskan arah pembangunan layanan kesehatan yang lebih terfokus. Tidak sekadar merayakan hari jadi ke-6 pada 17 Agustus 2025, manajemen rumah sakit menargetkan penguatan layanan TBC, HIV, BPJS, serta pelayanan kesehatan umum.

Perayaan HUT diselenggarakan di halaman RSUD Pondok Gede, Jalan Raya Jatiwaringin I, Kecamatan Pondok Gede, Kamis (28/8/2025).

Acara dihadiri Direktur RSUD Pondok Gede dr. Johny Timbul Pardomuan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi drh. Satia Sriwijayanti Anggraini, serta Camat Pondok Gede Zainal Abidin Syah.

BACA JUGA:  Antisipasi Lonjakan Nataru, Kesiapan Pelabuhan Merak Diperketat

Direktur RSUD, dr. Johny, menegaskan momen ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah memperkuat pelayanan kesehatan.

“Kami berkomitmen menjadikan layanan TBC sebagai unggulan, disamping peningkatan penanganan HIV, BPJS, dan umum,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 2019, RSUD Pondok Gede sempat difungsikan sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 pada 2021. Pascapandemi, rumah sakit melakukan pembenahan dari sisi sarana, prasarana, sistem informasi, hingga kerja sama dengan BPJS. Hasilnya, kunjungan pasien meningkat dan pendapatan rumah sakit menargetkan Rp13,2 miliar pada 2025.

BACA JUGA:  Ridwan Anthony Taufan: Maulid Nabi Momentum Perbaiki Akhlak dan Perkuat Persaudaraan. 

Selain TBC, RSUD Pondok Gede kini menjadi salah satu dari empat fasilitas kesehatan dengan layanan pasien HIV terbanyak di Kota Bekasi. Hal ini menunjukkan peran strategis rumah sakit dalam menghadapi persoalan kesehatan masyarakat.

Meski demikian, keterbatasan lahan dan fasilitas parkir masih menjadi tantangan. Pihak rumah sakit berharap dukungan dari Pemerintah Kota Bekasi agar perluasan area pelayanan bisa segera terwujud.

“Harapan kami, RSUD Pondok Gede semakin maju, lebih banyak pasien yang terlayani, dan sarana kesehatan semakin memadai,” tambah dr. Johny.