Dutaswaranews.com | Bekasi – Pesan persatuan mewarnai peresmian Taman RW 011 dan Turnamen Gaple dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Graha Prima, Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Sabtu (8/8/2026). Malam
Bakal calon Kepala Desa Satria Jaya, Asta Razan, memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak masyarakat menghadapi Pilkades dengan kepala dingin. Ia meminta perbedaan pilihan politik tidak merusak hubungan antarwarga.

“Biarpun beda pilihan, jangan berbenturan, jangan artinya permusuhan. Kita sama-sama, kita bareng-bareng, kita kompak,” kata Asta Razan saat memberikan sambutan.
Di hadapan warga RW 011, Asta Razan menilai pesta demokrasi tingkat desa harus dijalani secara dewasa. Menurut dia, masyarakat tidak boleh mudah terpengaruh oleh hasutan, rayuan maupun iming-iming dalam menentukan pilihan.
Ia secara khusus menyerukan warga di Dusun 3 untuk menjaga kekompakan dan mempertimbangkan calon berdasarkan kemampuan, pengalaman, serta visi dan misi yang ditawarkan.
“Saya minta jangan gampang mudah dihasut, jangan gampang mudah diiming-iming, jangan mudah dirayu. Coba kita berpikir cerdas, berpikir bening, berpikir sehat,” ujarnya.
Asta Razan juga mengajak masyarakat melihat kepentingan Desa Satria Jaya dalam jangka panjang. Menurutnya, Pilkades bukan sekadar persoalan memilih pemimpin untuk hari ini, melainkan menentukan arah pelayanan masyarakat dan pembangunan desa ke depan.
“Jangan memikirkan hari ini. Jangan mikirkan diri kita sendiri. Pikirkan anak cucu kita nanti,” katanya.
Ia kemudian menyampaikan komitmen mengenai pelayanan publik jika kelak dipercaya menjadi Kepala Desa Satria Jaya.
Asta Razan mengatakan akan membuka akses pelayanan langsung kepada masyarakat. Bahkan, ia menyebut rumahnya akan terbuka bagi warga yang membutuhkan pelayanan administrasi desa.
“Ketika saya terpilih, rumah saya tidak akan sepagar. Banyak warga dan masyarakat berdatangan membutuhkan administrasi, datang ke rumah saya. Pagi-pagi mau subuh saya siap melayani 24 jam,” ucapnya.
Ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh dibatasi oleh waktu. Asta Razan juga menyatakan tidak ingin ada warga yang merasa kesulitan mendapatkan pelayanan secara langsung.
“Tidak ada batasnya. Tidak ada bahasa Asta Razan itu menolak warga dan masyarakat untuk datang untuk dilayani,” katanya.
Selain menyampaikan pesan politik, kehadiran Asta Razan dalam kegiatan warga tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan menyambut HUT ke-81 RI.
Peresmian Taman RW 011 dan Turnamen Gaple diharapkan menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antarwarga di lingkungan Graha Prima.
Asta Razan kembali mengajak masyarakat Desa Satria Jaya menjaga persaudaraan meski memiliki pilihan politik yang berbeda. Ia menekankan agar masyarakat tetap kompak dan menggunakan hak demokrasi secara bijak.
“Yang namanya demokrasi, warga dan masyarakat kita ini harus berpikir. Jangan terpengaruh dengan visi dan misi,” pungkasnya.














