Dutaswaranews.com | Bekasi – Perbedaan pilihan tak menjadi penghalang warga RW 011, Perumahan Graha Prima, Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, untuk berkumpul dan merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Puluhan warga larut dalam kemeriahan turnamen gaple yang digelar di halaman Taman RW 011. Bukan sekadar mencari pemenang, permainan kartu domino itu menjadi momentum mempererat persaudaraan antarwarga.
Turnamen tersebut digelar dengan semangat guyub dan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Sedikitnya 52 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan yang awalnya hanya diperuntukkan bagi warga dari enam RT.
Namun, tingginya antusiasme membuat panitia membuka kesempatan bagi siapa pun untuk mendaftar. Warga dari lingkungan sekitar perumahan, termasuk kawasan Bendungan dan Kapling, juga diajak bergabung.
Ketua Pelaksana Turnamen Gaple, Diah Hari Yanto, mengatakan keputusan membuka pendaftaran seluas-luasnya diambil agar kegiatan tidak hanya menjadi hiburan internal warga, tetapi juga menjadi sarana memperluas silaturahmi.
“Antusias warga banyak, jadi kita enggak tutup. Siapa saja mau daftar boleh. Kita juga mengundang tetangga supaya silaturahminya terjaga,” kata Diah. Sabtu (8/8/2026)
Total terdapat delapan kelompok lingkungan yang terlibat, yakni enam RT dari lingkungan RW 011 ditambah dua kelompok warga sekitar. Dari seluruh peserta tersebut, panitia kemudian menentukan juara pertama, kedua, dan ketiga.
Di tengah kemeriahan perlombaan, panitia juga memberi perhatian khusus terhadap persepsi publik mengenai permainan gaple. Hadiah tidak dicantumkan pada spanduk kegiatan, melainkan disampaikan melalui undangan yang diteruskan kepada masing-masing RT.
Diah menegaskan, turnamen tersebut diposisikan sebagai permainan dan olahraga otak untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, bukan aktivitas perjudian.
“Kita sengaja tidak mencantumkan hadiah di banner. Ini olahraga otak, jadi kita menghindari salah pemikiran bahwa ini judi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut terselenggara berkat dukungan sejumlah pihak. Selain penyediaan tenda dan konsumsi, terdapat pula bantuan berupa es krim dari salah satu rekan serta dukungan dari toko dan masyarakat sekitar.
“Biasanya RW yang mengadakan. Dari kemarin juga ada karaoke dan catur. Karena tahun ini RW tidak menyelenggarakan, kita ambil alih,” ungkap Diah.
Untuk sementara, belum ada agenda turnamen lain yang direncanakan. Panitia masih melihat kemungkinan dukungan dari para donatur apabila ingin menggelar kegiatan tambahan.
Bagi Diah, yang paling penting dari kegiatan tersebut bukan semata-mata soal siapa yang menjadi juara. Turnamen gaple menjadi bukti bahwa perbedaan pilihan tidak harus memecah hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Kita pilihan berbeda, tapi kita menyatukan. Siapa pun yang datang ke sini kita terima, kita enggak membeda-bedakan,” tegasnya.
Momentum HUT RI ke-81 pun diharapkan menjadi pengingat bahwa persatuan warga harus tetap menjadi prioritas.
Diah berharap Desa Satria Jaya semakin maju dan masyarakatnya semakin solid. Terlebih, peringatan kemerdekaan tahun ini berlangsung dalam suasana tahun politik.
“Dengan adanya kegiatan ini, kita tidak mengedepankan politiknya, tetapi mengedepankan semangat RI ke-81,” pungkasnya.














