Dutaswaranews.com | Jakarta – Ikatan Teater Jakarta Timur (IKATAMUR) menolak rencana penghapusan Festival Teater Pelajar Jakarta. Organisasi tersebut menilai festival itu merupakan mata rantai penting dalam regenerasi teater di Ibu Kota.
Sikap penolakan itu disampaikan melalui pernyataan resmi IKATAMUR pada Senin (8/9/2026). Menurut IKATAMUR, Festival Teater Pelajar bukan sekadar ajang lomba, melainkan ruang pendidikan karakter, pembinaan kreativitas generasi muda, serta wadah apresiasi dan ekspresi pelajar.
Regenerasi Teater Terancam Putus
Ketua IKATAMUR Abel Ghaib menyebut, Festival Teater Pelajar memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara teater anak dan teater pemuda.
“Pelajar berada pada fase pembinaan yang paling serius dan strategis. Dampaknya juga paling luas karena menyentuh sekolah, guru, komunitas, dan ekosistem teater secara keseluruhan,” ujar Abel.
IKATAMUR menegaskan, pembinaan teater anak masih dapat dilakukan melalui sekolah, sanggar, dan komunitas. Sementara jika festival pelajar dihapus, proses kaderisasi seniman akan terputus dan mengurangi jumlah penerus teater Jakarta.
Usul Rasionalisasi: Hapus Festival Teater Anak, Bukan Pelajar.
Jika pemerintah harus melakukan rasionalisasi program, IKATAMUR mengusulkan agar Festival Teater Anak yang diintegrasikan atau dihapus.
“Teater Pelajar adalah masa depan. Anak hari ini mengenal teater, pelajar hari ini membangun kemampuan, pemuda esok menjaga keberlanjutan, dan seniman masa depan lahir dari proses itu,” kata Abel Ghaib.
Tuntutan: Evaluasi, Perbaiki, Perkuat.
IKATAMUR mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tidak menghapus, melainkan mengevaluasi, memperbaiki, dan memperkuat Festival Teater Pelajar Jakarta.
“Teater mendidik, menggugah, dan memanusiakan. Panggung hari ini adalah sekolah bagi seniman masa depan. Jangan putus mata rantai regenerasi teater Jakarta,” tegas Abel.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta terkait rencana rasionalisasi program kesenian tersebut.














