dutaswaranews.com, Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto resmi melakukan rotasi dan mutasi terhadap 19 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penyegaran organisasi sekaligus meningkatkan kinerja dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat.
Sebanyak 19 pejabat eselon II dilantik, di antaranya:
Arief Maulana – Kepala Dinas Tata Ruang
Dzikron – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Asep Gunawan – Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
M. Solikhin – Kepala Badan Pendapatan Daerah
Ika Indah Yarti – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kusnanto Saidi – Kepala DP2KB
M. Bambang Santosa – Staf Ahli Wali Kota Bidang Perekonomian dan Pembangunan
Aceng Solahudin – Staf Ahli Wali Kota Bidang Administrasi Umum Alexander Zulkarnaen – Kepala Dinas Pendidikan
Robert Tua – Kepala Dinas Sosial
Nadih Arifin – Kepala Diskominfostandi
Herbert P – Kepala Diskopukm
Karto – Kepala Disketapang
Nesan Sujana – Kepala Satpol PP
Hudi Wijayanto – Kepala Kesbangpol
Dinas Faisal B – Asisten Administrasi Umum Dicky Irawan – Kepala Bappelitbangda
Yudianto – Kepala BPKAD
Drh. Satia Sriwijayanti – Kepala Dinas Kesehatan.
Tri Adhianto menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan strategi penyegaran untuk mendorong inovasi serta pencapaian target-target pembangunan.
“Tentu harus ada challenge, tantangan, agar mereka terus berinovasi. Tidak hanya menghabiskan anggaran belanja, tetapi juga mencari potensi lain yang bisa meningkatkan PAD,” kata Tri.
Pelantikan dilakukan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi pada pekan ini. Tri menegaskan, proses pengisian jabatan yang masih kosong akan segera dilakukan melalui mekanisme open bidding.
Selain penyegaran, rotasi juga dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan akibat adanya pejabat yang pensiun maupun meninggal dunia. Tri berharap pejabat yang baru dilantik mampu menjawab tantangan pembangunan, termasuk memperkuat komunikasi dengan dunia usaha, masyarakat, hingga pemerintah provinsi Jakarta dan Jawa Barat.
Tri menekankan bahwa pejabat yang baru dilantik harus berorientasi pada pencapaian visi misi Kota Bekasi sebagai kota yang nyaman dan sejahtera. Dengan komunikasi yang baik antar pemangku kepentingan, diharapkan lebih banyak prestasi dapat dicapai tanpa menambah beban bagi masyarakat.
“Dengan komunikasi yang baik, tentu akan lebih banyak prestasi dan upaya untuk meningkatkan PAD Kota Bekasi,” tandas Tri.














