dutaswaranews.com , Jakarta– Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Advokat Senior H. Kemas Ridwan Anthony Taufan, SE.,S.H.,M.H., MKn.,MM.,M.Si. mengajak generasi muda untuk selalu mengingat dan menghargai sejarah perjuangan para pahlawan bangsa.
Seruan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ridwan Anthony Taufan adalah advokat senior sekaligus Pimpinan Managing Partner Law Firm Anthony Andihka Yours Legal Problem Solutions. Dengan pengalaman panjang di dunia hukum, ia dikenal aktif dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat melalui pendampingan dan advokasi.
Ridwan menyerukan pentingnya generasi muda untuk memahami sejarah perjuangan kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil dari pengorbanan besar para pendahulu bangsa.
“Sejarah panjang para pejuang terdahulu telah melalui pertempuran yang begitu hebat demi menjaga NKRI,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Pernyataan ini disampaikan pada Selasa, 13 Agustus 2025, bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, dalam momentum peringatan hari bersejarah bangsa.
Menurut Ridwan, di era digital saat ini, banyak generasi muda yang terjebak pada arus informasi instan sehingga berisiko melupakan akar sejarah dan nilai-nilai kebangsaan. Edukasi tentang perjuangan pahlawan menjadi kunci untuk menanamkan rasa cinta tanah air.
“Pemuda generasi bangsa ini harus diberi pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan agar mereka tidak melupakan sejarah para pejuang,” tegasnya.
Ridwan berkomitmen untuk terus mengawal prinsip keadilan dan kesejahteraan rakyat melalui jalur hukum. Ia mengajak semua pihak, khususnya generasi muda, untuk menjaga warisan perjuangan dengan menerapkan nilai-nilai keadilan dalam kehidupan sehari-hari.
“Perjuangan belum berakhir, maka dari itu kita terus mengawal dan melakukan pendampingan bagi masyarakat yang ingin memperjuangkan hak keadilannya,” katanya.
“Keadilan bagi masyarakat Indonesia harus tetap menjadi yang utama,” pungkasnya.














