Suprawilson dan Jois, Kader PBB DKI yang Tak Berhenti Belajar

Photo: Dua Kader Pemuda Batak Bersatu DPD DKI Jakarta (Doc.Ist)

Dutaswaranews.com | Jakarta – Semangat menuntut ilmu ditunjukkan dua kader Pemuda Batak Bersatu (PBB) DPD DKI Jakarta, Suprawilson Sianturi, S.H. dan Jois Panjaitan, S.H. Keduanya resmi meraih gelar Sarjana Hukum setelah menjalani sidang skripsi dan judicium di Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular (UMT), Rabu (2/9/2026).

Suprawilson dan Jois mengikuti sidang skripsi bersama 21 peserta lainnya dalam kloter VII Fakultas Hukum UMT. Di tengah kesibukan pekerjaan dan aktivitas organisasi, keduanya tetap mampu menuntaskan pendidikan tinggi.

Suprawilson bahkan meraih capaian akademik tertinggi di kloternya. Ia ditetapkan sebagai mahasiswa dengan nilai akumulasi terbaik.

Prestasi tersebut semakin berarti karena Suprawilson tidak hanya menjalani aktivitas akademik. Ia juga dipercaya sebagai Bendahara DPD PBB DKI Jakarta.

Bagi Suprawilson, pengalaman panjang selama 24 tahun di dunia collection menjadi bekal berharga dalam menyelesaikan pendidikan hukumnya. Pengalaman tersebut kemudian diangkat menjadi bahan dalam skripsinya.

“Puji Tuhan, tidak sia-sia 24 tahun saya bergelut di dunia collection. Pengalaman itu juga saya jadikan bahan skripsi dan hari ini diuji oleh dosen penguji yang luar biasa. Hasilnya memuaskan,” ujar Suprawilson.

Sementara Jois Panjaitan memiliki perjalanan akademik yang tidak kalah menarik. Gelar Sarjana Hukum yang baru diraihnya menjadi gelar akademik kedua setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik di salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Kota Medan.

Jois menyebut keinginannya untuk terus belajar tidak mengenal batas usia. Selama kesempatan masih terbuka, ia memilih untuk terus menambah pengetahuan.

“Selagi ada kesempatan dan umur masih diberikan, saya punya hobi belajar. Hobi sekolah sampai kapan pun,” kata Jois.

Capaian dua kader PBB DPD DKI Jakarta tersebut menjadi gambaran bahwa aktivitas pekerjaan maupun organisasi bukan alasan untuk menghentikan proses pendidikan.

Perjalanan Suprawilson dan Jois sekaligus memberikan pesan bagi kader lainnya bahwa pendidikan dapat ditempuh kapan saja selama terdapat kemauan dan kesempatan. Semangat tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi yang lebih baik bagi organisasi maupun masyarakat.

Exit mobile version