dutaswaranews.com | Kota Bekasi – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi resmi membuka Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026 melalui kegiatan Opening Ceremony dan Studium Generale yang digelar di Aula MUI Kota Bekasi, Selasa (23/6/2026).
Program ini menjadi langkah strategis MUI Kota Bekasi dalam menyiapkan generasi ulama muda yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang terus berkembang.
Ketua MUI Kota Bekasi, KH Saifuddin Siroj, memimpin langsung pembukaan kegiatan tersebut. Sebanyak 25 peserta yang telah lolos proses seleksi akan mengikuti pendidikan kader secara intensif guna mempersiapkan diri menjadi pemimpin umat di masa depan.
Mengusung tema “Mencetak Kader Ulama yang Kreatif di Tengah Perkembangan Teknologi”, PKU 2026 dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi keilmuan Islam yang mendalam sekaligus kemampuan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, KH Saifuddin Siroj menegaskan pentingnya kehadiran ulama yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas jangkauan dakwah dan memperkuat peran ulama dalam membimbing masyarakat di era modern.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi H. Agus Harpa, Ketua Litbang MUI Kota Bekasi H. Sahibul Wafa, perwakilan Baznas Kota Bekasi, serta Pimpinan Islamic Center Kota Bekasi H. Heri Suko Martono.
“Melalui sesi Studium Generale, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai tantangan dakwah di ruang digital, kepemimpinan umat, serta penguatan nilai-nilai Islam moderat yang mengedepankan prinsip rahmatan lil alamin, ” katanya.
MUI Kota Bekasi berharap program PKU 2026 mampu melahirkan kader-kader ulama yang berintegritas, berwawasan luas, dan memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Para lulusan program ini diharapkan menjadi penerus estafet kepemimpinan umat yang mampu menghadirkan dakwah yang relevan, inklusif, dan solutif di tengah dinamika masyarakat modern, ” pungkasnya.
