Direksi Jasa Raharja Bangun Sistem Tata Kelola Modern Berbasis Transparansi Komunikasi

Redaksi
banner 120x600

dutaswaranews.com,Jakarta – Jasa Raharja semakin memperkuat komitmennya dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG), yang menjadi landasan utama dalam menjalankan seluruh kegiatan bisnis perusahaan. Melalui adopsi prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran, Jasa Raharja bertujuan untuk memastikan bahwa setiap proses dan kebijakan yang diambil berjalan dengan profesional serta berintegritas tinggi.

Corporate Secretary Jasa Raharja, Dodi Apriansyah, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dalam implementasi GCG adalah membangun sistem komunikasi yang transparan, baik secara internal maupun kepada publik. Dodi menekankan bahwa transparansi menjadi kunci agar semua pemangku kepentingan dapat memahami arah kebijakan dan kinerja perusahaan dengan jelas.

BACA JUGA:  Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Kebakaran Kapal Motor Barcelona V 

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah Jasa Raharja dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai perusahaan yang memiliki mandat dalam pelayanan publik di bidang asuransi sosial kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja terus memperkuat mekanisme pelaporan dan keterbukaan informasi. Melalui berbagai saluran komunikasi digital, laporan berkala, serta publikasi kinerja keuangan dan layanan, perusahaan berkomitmen untuk memberikan akses yang mudah, cepat, dan akurat bagi masyarakat.

Dodi juga menambahkan bahwa selain transparansi, Jasa Raharja menekankan prinsip akuntabilitas dalam setiap proses pengambilan keputusan.

“Setiap unit kerja memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas, disertai sistem pengawasan berlapis untuk memastikan semua kegiatan sesuai dengan nilai integritas dan kepatuhan terhadap regulasi,” tambahnya.

BACA JUGA:  Jasa Raharja Dorong Penguatan Regulasi dan Kepatuhan luran Wajib untuk Mewujudkan Transportasi Darat yang Berkselamatan

Upaya Jasa Raharja dalam memperkuat tata kelola juga diwujudkan melalui digitalisasi sistem pengendalian internal, penerapan whistleblowing system (WBS), serta contact center untuk saluran pengaduan masyarakat.

Selain itu, perusahaan mengadakan pelatihan etika bisnis untuk seluruh karyawannya. Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, tetapi juga memperkuat budaya perusahaan yang berlandaskan integritas dan pelayanan yang sepenuh hati.

Dodi menegaskan bahwa pelaksanaan GCG bukan hanya merupakan kewajiban perusahaan, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab moral kepada masyarakat. Ia percaya bahwa tata kelola yang baik adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.

BACA JUGA:  SIGNAL Corporate. Layanan Ini Hadir Untuk Mempermudah Perusahaan

“Dengan komunikasi yang transparan dan prinsip GCG yang konsisten, Jasa Raharja akan terus berupaya menjadi perusahaan yang terpercaya, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan,” pungkasnya.