The Night That Holds, Imajinasi Ashoka di Ruang Seni Yogyakarta

Photo: The Night That Holds, karya Ashoka Mahajanaka, siswa SD Don Bosco III Cikarang, menjadi bagian dari Kids Art Exhibition Festival Anak Indonesia 2026 di Galeri R.J. Katamsi, ISI Yogyakarta.(Doc.Ist)

Dutaswaranews.com | Yogyakarta – Sebuah karya lukis anak membawa imajinasi tentang suasana malam ke ruang pamer seni. The Night That Holds, karya Ashoka Mahajanaka, siswa SD Don Bosco III Cikarang, menjadi bagian dari Kids Art Exhibition Festival Anak Indonesia 2026 di Galeri R.J. Katamsi, ISI Yogyakarta.

Pameran tersebut digelar pada 19-30 September 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya. Pengunjung dapat menikmati pameran mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.

Melalui karya berbahan acrylic on canvas, Ashoka menuangkan imajinasinya mengenai suasana malam. Warna biru mendominasi bagian langit, sementara percikan kuning memberikan kesan cahaya.

Pada bagian bawah kanvas, siluet pepohonan membentuk garis cakrawala. Perpaduan warna, bentuk, tekstur, dan komposisi sederhana menjadi bagian dari eksplorasi Ashoka dalam menerjemahkan gagasan ke dalam gambar.

Dewi Mega Hardi selaku orang tua Ashoka menjelaskan, proses tersebut menjadi cara bagi anaknya untuk mengeksplorasi ide sekaligus mengekspresikan apa yang ada di dalam pikirannya.

“Proses tersebut menjadi bagian dari cara Ashoka mengeksplorasi ide dan mengekspresikan apa yang ada dalam pikirannya melalui gambar,” jelasnya.

Karya The Night That Holds dibuat pada 2026. Karya tersebut sekaligus menunjukkan ketertarikan Ashoka terhadap aktivitas menggambar, khususnya karya-karya yang bersifat imajinatif.

Dalam proses berkarya, Ashoka terus mengeksplorasi berbagai warna, bentuk, dan suasana. Eksplorasi tersebut menjadi cara untuk menerjemahkan ide yang muncul dari imajinasinya ke dalam sebuah karya visual.

Keikutsertaan dalam Kids Art Exhibition memberikan pengalaman baru bagi Ashoka. Karya yang sebelumnya lahir dari proses imajinasi dan aktivitas menggambar kini hadir di ruang pamer dan dapat dinikmati masyarakat.

Dewi mengatakan kehadiran karya tersebut juga sejalan dengan semangat Festival Anak Indonesia 2026 yang memberikan ruang kepada anak-anak untuk menyampaikan gagasan melalui karya.

“Kehadiran karya tersebut juga sejalan dengan semangat Festival Anak Indonesia 2026 yang menghadirkan ruang bagi anak untuk bersuara, berkarya, dan didengar,” ujarnya.

Kids Art Exhibition merupakan bagian dari Festival Anak Indonesia 2026 yang mengusung semangat “Ruang untuk Bersuara, Ruang untuk Berkarya, dan Ruang untuk Didengar.”

Pameran di Galeri R.J. Katamsi, ISI Yogyakarta, menghadirkan karya anak-anak sebagai bentuk ekspresi dan kreativitas. Ruang tersebut sekaligus mempertemukan karya anak dengan masyarakat yang ingin melihat langsung hasil imajinasi mereka.

“Karena setiap anak punya cerita. Setiap anak punya imajinasi. Dan setiap karya punya cerita untuk disampaikan,” pungkas Dewi.

Festival Anak Indonesia 2026 menjadi salah satu ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui karya seni, sekaligus menunjukkan bahwa imajinasi anak dapat diterjemahkan menjadi karya yang hadir dan dinikmati di ruang publik.

Exit mobile version