Dutaswaranews.com,BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Forum strategis yang berlangsung di Aula Nonon Sonthanie, Kamis (16/4), ini menjadi pijakan utama dalam menyusun peta jalan pembangunan kota yang partisipatif dan terintegrasi.
Kepala Bapperida Kota Bekasi, Dr. Dicky Irawan, menegaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan instrumen krusial untuk menyelaraskan program prioritas pemerintah dengan aspirasi riil masyarakat. “Tujuan utamanya adalah memastikan perencanaan pembangunan berjalan tepat sasaran, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan fundamental warga Kota Bekasi,” jelasnya.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam arahannya menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan dalam menghadapi kompleksitas tantangan perkotaan. Ia menyoroti penanganan banjir sebagai salah satu isu utama yang memerlukan pendekatan multisektoral.
“Persoalan seperti banjir tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem sungai, serta penguatan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah agar penanganannya lebih komprehensif,” ujar Tri Adhianto.
Lebih lanjut, Wali Kota menggarisbawahi pentingnya peran akademisi dan dunia usaha dalam mengakselerasi pembangunan melalui riset aplikatif. Ia mendorong perguruan tinggi untuk menjadi motor inovasi, sekaligus membuka peluang kerja sama strategis hingga ke tingkat internasional guna meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
“Generasi muda kita harus dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan global. Kita harus proaktif memfasilitasi kerja sama luar negeri demi peningkatan kompetensi SDM Bekasi,” tambahnya.
Menutup arahannya, Tri Adhianto menginstruksikan jajaran birokrasi untuk melakukan transformasi pola kerja dengan paradigma baru. Ia menegaskan bahwa setiap program kerja harus berorientasi pada hasil jangka panjang (outcome) yang memberi dampak nyata bagi publik, bukan sekadar pemenuhan target administratif (output).
Agenda Musrenbang ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara sebagai komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan visi pembangunan Kota Bekasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada pelayanan masyarakat yang prima.
(Ndoet/Int.Key/Ans)
