Gerakan Nasional Keselamatan: Jasa Raharja Libatkan 10 Ribu Aparatur Lokal Tekan Kecelakaan

Photo: Jasa Raharja Program bertajuk "Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban melalui Pemberdayaan Aparatur Kecamatan dan Desa (Doc.Ist)

dutaswaranews.com, Jakarta — Jasa Raharja meluncurkan pendekatan baru dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan memberdayakan aparatur kecamatan dan desa di seluruh Indonesia. Melalui kampanye keselamatan yang digelar serentak di 52 loket layanan, perusahaan ini berharap dapat menciptakan agen-agen keselamatan di tingkat komunitas yang memiliki pengaruh langsung terhadap perilaku masyarakat.

Program bertajuk “Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban melalui Pemberdayaan Aparatur Kecamatan dan Desa” ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Keselamatan untuk Indonesia Maju.

Pendekatan tersebut dirancang untuk memperkuat strategi keselamatan yang sebelumnya hanya berfokus pada titik rawan kecelakaan, namun kini lebih mengarah pada perubahan perilaku di wilayah domisili korban.

Selama ini program keselamatan banyak diarahkan pada 10 titik rawan kecelakaan utama. Namun fakta bahwa sebagian besar insiden dipicu oleh human error menuntut strategi yang lebih menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.

Aparatur kecamatan dan desa yang memiliki kedekatan sosial dan pemahaman mendalam terhadap karakter wilayah dinilai menjadi aktor paling efektif untuk menjalankan misi tersebut. Mereka juga mampu menciptakan multiplier effect, karena satu aparatur dapat menjangkau ratusan hingga ribuan warga.

Plt. Direktur Utama Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkrit dalam memperluas jangkauan edukasi keselamatan.

“Kami ingin memastikan program keselamatan berjalan dari tingkat komunitas, dipimpin oleh figur yang dihormati masyarakat setempat. Pendekatan berbasis domisili korban membantu kami melihat pola risiko secara lebih jelas sehingga intervensi dapat diberikan di tempat yang paling membutuhkan,” ujar Dewi, Kamis (28/11/2025).

Program ini difokuskan pada peringkat tiga teratas kecamatan domisili korban kecelakaan di 10 wilayah pareto nasional, yakni: Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra Utara, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Banten, Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan.

Total terdapat 156 kecamatan sasaran dengan estimasi **10.920 aparatur kecamatan dan desa yang akan berperan sebagai Agen Keselamatan Transportasi.

Program berlangsung sepanjang November–Desember 2025, dengan menghadirkan narasumber dari kepolisian, pakar keselamatan transportasi, dan pihak terkait lainnya. Setiap sesi mencakup empat tahapan utama:

1. Sosialisasi data oleh Jasa Raharja untuk peningkatan kesadaran risiko.

2. Edukasi solusi dari kepolisian, Jasa Raharja, dan para ahli.

3. Diskusi interaktif guna menghasilkan ide konkret sesuai kebutuhan lokal.

4. Deklarasi komitmen sebagai penguatan moral bagi para agen keselamatan.

Dewi menegaskan perlunya memahami karakter sosial masyarakat sebelum melakukan intervensi keselamatan.

“Pendekatan keselamatan harus berangkat dari pemahaman yang utuh tentang pola risiko dan kondisi sosial. Aparatur lokal menjadi kunci agar pesan keselamatan tidak hanya disampaikan, tetapi benar-benar dihidupi dalam keseharian warga,” tambahnya.

Jasa Raharja menargetkan peningkatan pemahaman para peserta, tersusunnya rencana aksi yang berkelanjutan, serta penurunan angka kecelakaan di wilayah prioritas. Dengan kolaborasi intensif bersama pemangku kepentingan lokal, Jasa Raharja optimistis bahwa transformasi budaya keselamatan dapat berlangsung lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Exit mobile version