dutaswaranews.com, Jakarta – Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) YAKESMA menggelar Indonesian Collaboration Forum sebagai langkah strategis memperkuat sinergi dan kolaborasi program sosial tahun 2026. Forum ini berlangsung di HNI Plaza Ballroom, Jalan Raya Kalimalang, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai mitra strategis untuk menyatukan visi dalam meningkatkan efektivitas program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, serta aksi kemanusiaan.
Chief Executive Officer LAZNAS YAKESMA, Dr. Romdlon Hidayat, M.Soc.Sc, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperluas manfaat dana umat.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, dan kerja sama bersama para mitra strategis. Kami ingin memastikan program 2026 berjalan lebih efektif dan berdampak luas,” ujar Romdlon.
Capaian YAKESMA 2025: Dana Umat Rp130 Miliar
Sepanjang tahun 2025, YAKESMA mencatat penghimpunan dana umat sebesar Rp130 miliar. Dana tersebut telah disalurkan kepada lebih dari 510 ribu penerima manfaat, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional.
“Capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat. Amanah ini akan kami jaga dengan memperkuat transparansi dan efektivitas program,” katanya.
Prioritas Program Sosial YAKESMA 2026.
Dalam forum kolaborasi tersebut, YAKESMA memaparkan sejumlah fokus program sosial tahun 2026, antara lain:
Pemberdayaan Ekonomi
Mendukung pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, sejalan dengan target pemerintah menuju nol persen pada 2027.
(Program pendidikan)
Penyediaan beasiswa bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Bantuan pembiayaan medis dan peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat rentan.
Respons kebencanaan, pemulihan pascabencana, hingga bantuan kemanusiaan global.
“Kami terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung agenda pengentasan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem,” jelas Romdlon.
Di sektor kemanusiaan domestik, YAKESMA menjalankan program pemulihan di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh dan Sumatera. Program mencakup renovasi rumah, pembangunan hunian sementara (huntara), layanan kesehatan, hingga pemulihan ekonomi masyarakat.
“Kami memastikan YAKESMA hadir langsung di lapangan, mendampingi masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Pada level global, YAKESMA terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina, baik di Gaza maupun wilayah pengungsian di negara sekitar. Bantuan difokuskan pada kebutuhan dasar seperti makanan, layanan kesehatan, fasilitas ibadah darurat, serta dukungan logistik.
Romdlon juga menyoroti kondisi pengungsi Palestina di Suriah yang terdampak konflik berkepanjangan.
“Kondisi mereka sangat memprihatinkan. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan akses layanan dasar,” katanya.
Selain program reguler, YAKESMA memberikan perhatian kepada masyarakat rentan yang membutuhkan bantuan kesehatan, termasuk pasien dengan terapi rutin seperti cuci darah.
“Kami membantu tidak hanya biaya medis, tetapi juga ambulans, transportasi, dan pendampingan pasien,” pungkas Romdlon.
