dutaswaranews.com, JAKARTA – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober kembali menjadi momentum refleksi bagi bangsa Indonesia. Advokat senior sekaligus pakar hukum, Dato’ H. Kemas Ridwan Anthony Taufan, menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi harus menjadi pedoman hidup yang diamalkan sehari-hari, khususnya oleh generasi muda.
Anthony mengingatkan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak boleh dipahami hanya sebatas acara seremonial. Menurutnya, makna mendalam dari Pancasila adalah menjaga persatuan, menumbuhkan toleransi, serta memperkuat semangat gotong royong.
“Generasi muda harus menjadikan Pancasila sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai terpengaruh oleh paham yang merusak persatuan bangsa,” ujar Ketua Umum BAS Ridho sekaligus Ketua Umum Goegoek Kesultanan Palembang Darussalam Jabodetabek itu, Rabu (1/10/2025).
Anthony menilai tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan masa lalu. Jika dahulu Pancasila diuji melalui konflik politik dan pengkhianatan, maka kini ancaman datang dari derasnya arus globalisasi, kemajuan teknologi, hingga masuknya ideologi asing melalui dunia digital.
“Anak muda harus cerdas dalam menyaring informasi. Jangan mudah percaya pada berita bohong atau ajaran yang bertentangan dengan nilai Pancasila. Di era digital, justru generasi muda harus tampil sebagai garda terdepan menjaga persatuan bangsa,” tegasnya.
Menurut Anthony, Hari Kesaktian Pancasila merupakan saat yang tepat untuk memperkokoh kembali jati diri bangsa. Pancasila, kata dia, telah terbukti menjadi perekat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa.
“Kesaktian Pancasila bukan hanya terbukti di masa lalu, tetapi juga harus terus dijaga di masa depan. Tugas generasi muda adalah memastikan Pancasila tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.
