Hukrim  

PKB Dampingi Bang Madong, Resmi Lapor Polisi Usai Keributan di DPRD Bekasi

dutaswaranews.com, Kota Bekasi – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi menegaskan sikapnya terkait insiden yang melibatkan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bekasi, Ahmadi atau yang akrab disapa Bang Madong. PKB memastikan akan mengawal jalannya proses hukum hingga tuntas.

Ketua DPC PKB Kota Bekasi,Rizki Topananda, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi usai rapat Banggar DPRD pada Senin lalu. Menurutnya, Bang Madong saat itu tengah menjalankan tugas sebagai perwakilan Fraksi PKB untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Bang Madong hadir di rapat banggar sebagai representasi PKB sekaligus menjalankan amanah rakyat. Insiden yang terjadi di gedung DPRD ini tentu menjadi perhatian serius partai,” ujar Rizki dalam keterangannya, Rabu malam (24/9/2025).

Rizki menegaskan, PKB sempat melakukan rapat internal setelah kejadian. Namun, karena tidak ada itikad baik berupa klarifikasi atau permintaan maaf dari pihak yang bersangkutan, maka partai memutuskan mendampingi Bang Madong membuat laporan ke Polres Metro Bekasi.

“Sebagai keluarga besar, wajib bagi kami menjaga marwah partai. Karena peristiwa ini terjadi ketika anggota kami sedang menjalankan tugas di DPRD, maka partai berkewajiban mendampingi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Hukum dan HAM (Lakumham) DPC PKB Kota Bekasi, Sigit Handoyo Subagiono, S.H., menegaskan bahwa laporan polisi yang dilayangkan tidak ada tendensi politik maupun konflik antar partai.

“Ini murni persoalan hukum. Laporan dibuat agar persoalan menjadi terang dan Bang Madong mendapat keadilan. Tidak ada hubungannya dengan institusi partai,” jelas Sigit.

Ia menambahkan, PKB konsisten akan mengawal proses hukum hingga selesai.

“Kami percaya Polres Metro Bekasi akan menanganinya secara profesional tanpa intervensi pihak manapun,” tegasnya.

Rizki menegaskan bahwa PKB berharap kasus ini tidak berlarut-larut dan segera menemukan titik penyelesaian.

“Kesalahan harus diakui, dan ada permintaan maaf. Prinsip kami adalah menjaga kondusivitas, tanpa menormalisasi insiden yang terjadi. PKB tetap berkomitmen mengedepankan kepentingan umat dan melayani rakyat,” pungkasnya.

Exit mobile version